Pages

Subscribe:
Showing posts with label media. Show all posts
Showing posts with label media. Show all posts

Wednesday, May 2, 2012

Trubus Desember


“Nasib” kulit manggis nyaris serupa ban sepeda bekas. Kita biasa membuka dan membuang kulit manggis ketika hendak menikmati buahnya. Kini banyak pasien menggantungkan harapan pada kulit queen of fruit itu. Pemicunya hasil riset yang menyebut kandungan xanthone dalam kulit manggis sebagai superantioksidan. Itu berarti kulit manggis potensial mengatasi penyakit kanker seperti diteliti oleh Yukihiro Akao dari Institut Bioteknologi Gifu, Jepang, yang dipublikasikan pada Maret 2008.

Trubus November


Apa yang menyebabkan kulit manggis ampuh mengatasi berbagai penyakit?
Ahli farmasi dari Universitas Indonesia, Dr Berna Elya Apt MSi, mengatakan kulit manggis mujarab mengatasi beragam penyakit berkat senyawa xanthone. Senyawa itu antioksidan tingkat tinggi. “Kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali jeruk,” kata ahli teknologi pangan dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Dr Ir Raffi Paramawati.
Berna menuturkan xanthone memiliki gugus hidroksida (OH) yang efektif mengikat radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merusak sel tubuh. Raffi mengatakan kulit manggis andal menetralisir radikal bebas. Lihatlah nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC) xanthone mencapai 17.000-20.000. Bandingkan dengan sumber antioksidan lain seperti anggur yang “hanya” 1.100; sedangkan apel (1.400).

Trubus Oktober


French paradoks, itulah istilah populer di kalangan ahli gizi tentang kebiasaan orang Perancis meminum red wine. Masyarakat di negara mode itu terkenal sebagai pengonsumsi lemak tertinggi dibanding penduduk Eropa lain. Namun, prevalensi terkena penyakit jantung justru paling rendah. Fenomena itu diteliti dengan saksama sampai akhirnya muncul kesimpulan: kebiasaan masyarakat Perancis duduk-duduk di kafé sambil minum red wine menjadi penyebab lunturnya risiko serangan jantung, walaupun konsumsi lemak berlimpah.
Red wine menjadi penyelamat lantaran mengandung polifenol.

Senyawa yang banyak terkandung di aneka buah-buahan, seperti blueberry, blackberry, apel, melon, pir, dan anggur itu memiliki aktivitas antioksidan yang berperan melenturkan arteri jantung. Alkohol memang melenturkan arteri, tetap tidak sebanyak kombinasi alkohol dan polifenol, seperti yang ada di red wine.
French paradoks itu berlawanan arah dengan cerita kulit manggis Garcinia mangostana. Red wine di Perancis menjadi menu minum sehari-hari sejak zaman dahulu, sehingga peminumnya merasakan dampaknya secara langsung. Sementara manggis—di beberapa sentra penanaman—selama berada-abad dan sampai sekarang, hanya dikenal sebagai buah segar. Kulit buahnya terbuang percuma, padahal kulit itu mengandung polifenol seperti pada red wine. Ia pun sanggup melenturkan arteri jantung.